­

Yogyakarta: Another Impulsive Trip

December 22, 2019

Hey, hey, hey!
Oke, disini gue akan menceritakan trip gue ke Yogyakarta yang sebenarnya gue lakukan awal tahun 2019 (in case you haven't noticed it's December already).


Sama seperti perjalanan gue ke Bandung di post sebelumnya gue tidak memiliki banyak persiapan untuk trip ini. As impulsive as I am, seminggu sebelum minggu ujian gue mengajak teman gue untuk jalan ke Yogya. Dan kebetulan menjelang event Prambanan Jazz, ada pre-event berupa konser Air Supply. Yah, karena ternyata tiketnya murah dan lagi deket juga di Yogya, belum lagi gue gak tahu kapan Airsupply akan konser lagi di Indonesia, akhirnya gue dan teman-teman memutuskan untuk "sekalian aja!".

Gue berangkat Jumat, maksa untuk libur Sabtu (padahal sebenernya ga ada libur), dan kembali ke Banjar hari Minggu. Yes, Banjar, since awal tahun ini gue stay di Banjar kurang lebih 2,5 bulan dan ga ada waktu untuk pulang ke Jakarta, jadi gue maksimalkan saja.

Desclaimer dulu yak, this post isn't sponsored so kalau gue menyebutkan merk atau apapun itu it's pure my review.

Gue berangkat jumat sehabis magrib. Naik travel dari Banjar. Gue pesan via RedBus, ongkos ke Yogya ketika itu 80rban. Sempet ada kendala karena nominal transfer tiba-tiba berubah ketika gue sudah transfer, but it was a minor problem. Setelah gue telfon CS problem solved right away. Okay gak right away sih, gue agak panik saat itu karena duit temen gue saat itu udah gue transfer tapi ternyata tiket ga kunjung keluar. Ya tapi one way or another, akhirnya tiket travel udah ditangan.

Sampai di Yogya gue stay di penginapan di pinggiran kota Yogya yang gue lupa nama penginapannya apa, gue langsung ke penginapan karena gue sampe sana sekitar jam 3 subuh dan belum ada tempat yang buka. Tapi lumayan sih, penginapannya muree, ratenya perkamar cuma sekitar 200rban udah dikasi sarapan. Gue stay sampe agak siangan terus cari makan siang dan saat itu untuk makan siang gue cuma keluar duit sekitar 10-15rban, and this is what i love about Yogyakarta, kulinernya muraaaaahhhh!!!

Setelah makan siang gue langsung cus ngegojek ke penginapan di tengah kota Yogya, tempat gue dan teman gue yang lain bermalam. Nama penginapannya Omah Cilik, sebenernya ini semacam homestay gitu jadi satu kamar diisi sama beberapa bunkbedsーthree in my case, yang berarti gue satu kamar sama beberapa orang asing.

source: google
Sampe penginapan gue cuma taro tas doang, abis itu gue langsung cabut jalan-jalan ke taman sari, lihat istana tamansari. Keliling-keliling dan foto-foto sih udah pasti! Di taman sari juga gue beli cendol yang suegeeerrr beneeerrr.









Selepas dari taman sari gue dan temen-temen jalan (literally) ke keraton yang gak terlalu jauh tapi lumayan juga wkwkwk. Gue jalan lewat gang-gang gitu. Sayangnya file foto gue di keraton hilang entah kemana, yang ada tinggal foto teman gue memamerkan tas barunya di lapangan depan keraton (beli tas baru karena tas yg dibawanya rusak wkwkwk).




Dari keraton gue cari makan malam ke kawasan malioboro, malam itu gue beli sate ayam, oseng mercon dan wedang ronde. Gue juga nyari celana karena di trip kali ini gue cuma bawa satu celana, sengaja karena niat mau beli celana, biar bawaan gak terlalu banyak gitu ceritanya. Gue menyempatkan diri juga ke alun-alun kidul, dan naik mobil sepeda warna-warni.


Karena ngantuk akhirnya kami menutup malam itu dengan kembali ke penginapan yang letaknya gak jauh dari malioboro.

Hari kedua di jogja gue mencoba mengumpulkan teman-teman gue yang memang kuliah di jogja, gue end up hanya berhasil mengumpulkan satu orang wkwk. Hari ini gue berencana ngajak temen gue ke benteng Fort Vredeburg yang sekarang jadi museum. Kalau keluar kota gue pasti menyempatkan diri untuk jalan ke museum sih, untuk tau sejarah kota sekalian belajar.





Setelah itu gue lanjut makan es krim di tempo gelato :9


Dari tempo gelato gue melanjutkan perjalanan ke prambanan, nginep deket sana karena malamnya gue dan dua temen gue berencana nonton road to prambanan jazz, nonton airsupply cenah. Gue nginep di airy dan istirahat sebentar sambil survey enaknya naik apa ke venue konser.

Betapa terkejutnya gue setelah liat venue ternyata tempatnya di pusat kota jogja, WOY NGAPAIN GUE NGINEP DEKET PRAMBANAN. Begini nih kalo jalan-jalan mengandalkan spontanitas, pasti ada aja hal-hal bego yang terjadi. Akhirnya dengan sangat terpaksa, karena apa boleh buat, gue dan teman-teman ngegrab lagi ke venue dan berangkat lebih sore.


gapapa sih, sakit hati gue terobati ketika opa-opa airsupply mulai nyanyi. Betul-betul pengalaman satu jam yang tak terlupakan. SERU BGT!





Di hari terakhir gue di jogja, karena udah bela-belain nginep di sekitar prambanan, ya akhirnya gue ke prambanan lah, sekalian nunggu bus balik ke Banjar. Sebenernya gue pengen keliling candi lain juga, tapi keadaan gak memungkinkan karena gue harus ngejar bus.





Perjalanan kali ini mengajarkan gue untuk lebih teliti, lebih sabar, dan lebih hemat. Banyak banget hal-hal tak terduga, kebodohan-kebodohan diri yang bikin sebel diri sendiri yang 'yaa mau gimana lagi' we have to deal with it. Kita gak selalu bisa dapetin apa yang kita mau, adalah kesimpulan yang bisa gue tarik dari semua yang terjadi selama tiga hari perjalanan ke Jogja. And to quote one of John Green's best sellers book "the world, is not a wish-granting factory."

You Might Also Like

0 comments